<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Adi van Klaten</title>
	<atom:link href="http://adiklaten.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adiklaten.wordpress.com</link>
	<description>Welcome to my site</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jan 2009 12:48:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='adiklaten.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Adi van Klaten</title>
		<link>http://adiklaten.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://adiklaten.wordpress.com/osd.xml" title="Adi van Klaten" />
	<atom:link rel='hub' href='http://adiklaten.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pengalihan Waktu Kerja</title>
		<link>http://adiklaten.wordpress.com/2009/01/17/pengalihan-waktu-kerja/</link>
		<comments>http://adiklaten.wordpress.com/2009/01/17/pengalihan-waktu-kerja/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 13:25:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>adiklaten</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiklaten.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Baru-baru ini PT. PLN menyarankan agar perusahaan-perusahaan mengalihkan waktu kerja menjadi Sabtu-Minggu, tampaknya masih ditanggapi dingin oleh pengelola perusahaan. Terbukti bahwa saat ini tercatat hanya sekitar 1.500 perusahaan yang bersedia siap mengalihkan waktu kerja, padahal ada sekitar 3.052 perusahaan yang sudah memiliki kriteria untuk itu. Membicarakan waktu kerja, tidak bisa dilepaskan dari kepuasan kerja (job [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiklaten.wordpress.com&amp;blog=5555856&amp;post=3&amp;subd=adiklaten&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_4" class="wp-caption alignleft" style="width: 190px"><img class="size-full wp-image-4" title="AdiLiciOuZ" src="http://adiklaten.files.wordpress.com/2009/01/foto-pradana-saktya-adi.jpg?w=477" alt="keRen baNgeTtttttt"   /><p class="wp-caption-text">keRen baNgeTtttttt</p></div>
<p>Baru-baru ini PT. PLN menyarankan agar perusahaan-perusahaan mengalihkan waktu kerja menjadi Sabtu-Minggu, tampaknya masih ditanggapi dingin oleh pengelola perusahaan. Terbukti bahwa saat ini tercatat hanya sekitar 1.500 perusahaan yang bersedia siap mengalihkan waktu kerja, padahal ada sekitar 3.052 perusahaan yang sudah memiliki kriteria untuk itu.</p>
<p>Membicarakan waktu kerja, tidak bisa dilepaskan dari kepuasan kerja (<em>job satisfaction</em>) itu sendiri. Kepuasan kerja akhir-akhir ini semakin terasa penting dan berarti dalam lingkup organisasi. Kepuasan kerja mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap produktivitas organisasi, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Ketidakpuasan merupakan titik awal dari masalah-masalah yang muncul dalam organisasi, seperti kemangkiran, konflik <em>manager</em>-pekerja, pergantian pegawai (<em>turn-over</em>), serta banyak masalah lainnya yang menyebabkan terganggunya proses pencapaian tujuan organisasi. Dari sisi pekerja, ketidakpuasan dapat menyebabkan menurunnya motivasi, menurunnya moral kerja, menurunnya tampilan kerja, baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif.</p>
<p>Kepuasan kerja bersifat multidimensional, maka kepuasan kerja dapat mewakili sikap secara menyeluruh (kepuasan umum) maupun mengacu pada bagian pekerjaan seseorang. Artinya, jika secara umum mencerminkan kepuasannya sangat tinggi, tetapi dapat saja seseorang akan merasa tidak puas dengan salah satu atau beberapa aspek saja, misalnya jadwal liburan. Konsekuensi dari kepuasan kerja dapat berupa meningkat atau menurunnya prestasi kerja pegawai, <em>turnover</em>, kemangkiran, atau pencurian (Davis, Keith, 1985).</p>
<p>Ada lima karakteristik penting yang mempengaruhi kepuasan kerja, yaitu: a) <em>pekerjaan</em>, sampai sejauhmana tugas kerja dianggap menarik dan memberikan kesempatan untuk belajar dan menerima tanggungjawab, b) <em>upah atau gaji</em>, yaitu jumlah yang diterima dan keadaan yang dirasakan dari upah atau gaji, c) <em>penyelia atau pengawasan kerja</em>, yaitu kemampuan penyelia untuk membantu dan mendukung pekerjaan, d) <em>kesempatan promosi</em>, yaitu keadaan kesempatan untuk maju, e) <em>rekan kerja</em>, yaitu sejauhmana rekan kerja bersahabat dan berkompeten.</p>
<p>Uraian diatas menjelaskan bahwa yang memegang peranan penting dalam suatu organisasi tergantung pada kinerja pegawainya. Agar pegawai dapat bekerja sesuai yang diharapkan, maka dalam diri seorang pegawai harus ditumbuhkan motivasi bekerja untuk meraih segala sesuatu yang diinginkan. Apabila semangat kerja menjadi tinggi, maka semua pekerjaan yang dibebankan kepadanya akan lebih cepat dan tepat selesai. Pekerjaan yang dengan cepat dan tepat selesai adalah merupakan suatu prestasi kerja yang baik.</p>
<p><strong><em>Stress</em></strong></p>
<p>Salah satu kondisi kerja yang dapat menimbulkan <em>stress</em> pada diri pekerja adalah kerja paruh waktu. Keluhan-keluhan yang muncul pada kondisi kerja ini, antara lain gangguan sulit tidur, gangguan pencernaan, dan gangguan-gangguan sosial. Tetapi keadaan dapat diperbaiki oleh motivasi pekerja itu sendiri. Bila kerja lembur atau kerja malam memang dikehendaki oleh pekerja itu sendiri, <em>stress</em> akan diperkecil dan demikian pula ketegangan yang diakibatkannya. Hasil riset Taylor (1974) melaporkan bahwa masalah-masalah pembuluh darah jantung (kardiovaskuler) lebih umum dialami oleh para pekerja siang hari daripada para pekerja malam hari.</p>
<p><strong>Penyebab dominan</strong></p>
<p>Berkenaan dengan masalah ini, sebenarnya ada banyak faktor yang mempengaruhi ketidakpuasan pegawai dalam pekerjaannya, diantaranya adalah sistem imbalan yang dianggap tidak adil menurut persepsi pegawai. Karena setiap pegawai akan selalu membandingkan antara rasio hasil dengan input dirinya terhadap rasio hasil dengan <em>input</em> orang lain. Perlakuan yang tidak sama, baik dalam <em>reward</em> maupun <em>punishment</em> merupakan sumber kepuasan atau ketidakpuasan pegawai.</p>
<p>Di samping sistem imbalan, faktor lain yang berpengaruh terhadap ketidakpuasan kerja adalah sistem karir yang tidak jelas, juga merupakan sumber ketidakpuasan pekerjaan. Tidak adanya penghargaan atas pengalaman dan keahlian serta promosi yang tidak dirancang dengan benar dapat menimbulkan sikap apatis dalam bekerja serta tidak memberikan harapan yang lebih baik di masa depan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adiklaten.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adiklaten.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adiklaten.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adiklaten.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/adiklaten.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/adiklaten.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/adiklaten.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/adiklaten.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adiklaten.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adiklaten.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adiklaten.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adiklaten.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adiklaten.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adiklaten.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiklaten.wordpress.com&amp;blog=5555856&amp;post=3&amp;subd=adiklaten&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiklaten.wordpress.com/2009/01/17/pengalihan-waktu-kerja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0dca379bdd08aba74a80c3431624a097?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">adiklaten</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adiklaten.files.wordpress.com/2009/01/foto-pradana-saktya-adi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">AdiLiciOuZ</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
